Tentang Olimpiade Humaniora III

1. NAMA KEGIATAN

Olimpiade Humaniora III Tahun 2011 Senat Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Udayana

 

2. TEMA KEGIATAN

Widya Cakra Prawartana Guna Sarira Murti, yang bermakna Aktualisasi Perputaran Ilmu Pengetahuan Menuju Bangkitnya Jiwa dan Pikiran Murni

 

3. LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan dunia yang tiada hentinya, Nusantara juga tidak berhenti dalam mengaktualisasi diri menuju persaingan global yang menuntutnya untuk terus berkreasi. Secara historis, Nusantara bagaikan wilayah orkestra dunia yang bergema sepanjang masa. Sebuah diaspora besar-besaran terjadi ketika bencana mahadahsyat yang menghancur-menenggelamkan surga bumi mengirim sedikit dari mereka yang selamat ke berbagai tempat di belahan bumi ini. Mereka membawa ‘benih’ peradaban yang agung. Surga Bumi, bahwa yang dimaksud adalah taman hesperides jiwa dunia yang terletak di khatulistiwa Nusantara. Puing-puing kepulauannya kemudian bernama Indonesia.

 

Jauh sebelum yuga-yuga (masa geologis) berakhir, masa Lemuria surga pertama terbentuk. Wilayah tersebut berfungsi sebagai tanah kelahiran umat manusia, dan cenderung tertimpa malapetaka yang menggoncang dunia dari pilar-pilar angkasa, yaitu gunung berapi (bajra) yang mahadahsyat. Hindhu-Buddha, sebagaimana diakui oleh para penjelajah di ujung dunia, adalah agama nenek moyang dari tanah suci Lemuria pertama Indonesia (Granoka, 2010:5). Indonesia ternyata tempat lahirnya peradaban dunia (Arysio Santos).

 

Indonesia merupakan sebuah Negara merdeka, 700-tahun Bhineka Tungal Ika (Sutasoma, XIV-XXI) sebagai manifestasi dari multikultural di Indonesia. Sudah seharusnya Indonesia menjadi Negara yang Mahardika. Namun, seiring perputaran roda kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang menerjang sendi-sendi kehidupan masyarakat dunia, Indonesiapun nyatanya kurang adaftif. Euforia era global sebagai imbas kemajuan IPTEK menimbulkan berbagai paradigma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menyebabkan dunia ini seakan tanpa batas (border less). Faktanya, ilmu pengetahuan yang semakin terus berkembang bukannya mengarahkan mind set masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang ideal, yakni berkarakter luhur dan selalu mengedepankan nilai-nilai humaniora. Namun, realitas yang terjadi sangat kontardiktif. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) kian merebak tidak saja di ranah politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan bahkan pemerintahan. Tindak kekerasan sebagai salah satu pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) semakin marak. Karakter bangsa Indonesia juga belakangan mengalami distorsi, konflik yang terjadi antardaerah mengindikasikan bahwa rasa persatuan mengalami kemunduran. Disisi lain, masalah kerusakan alam juga merupakan tantangan besar bagi bangsa ini. Nilai individu sebagai representasi Globalisasi lebih dominan dibandingkan dengan nilai kemanusiaan (Humaniora).

 

Fenomena di atas menuntut adanya suatu keseimbangan (equilibrium), dalam artian era global juga memerlukan ilmu humaniora agar nilai-nilai kemanusiaan tidak dikesampingkan, dengan mengetengahkan substansi pokok Dhrama Cakrawrti (atita, nagata, wartamana). Hal inilah yang melandasi Olimpiade Humaniora III tahun 2011 dengan tema “Widya Cakra Prawartana Guna Sarira Murti” (Aktualisasi Perputaran Ilmu Pengetahuan Menuju Bangkitnya Jiwa dan Pikiran Murni). Dengan mengusung tema ini diharapkan Ilmu humaniora dapat mensuperposisi kehidupan manusia, berakar dari  generasi muda sebagai tulang punggung Bangsa dan Negaralah pikiran dan jiwa yang murni itu semestinya ditumbuhkan agar fenomena diatas sedini mungkin dapat diminimalisasi.

 

4. MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  1. Menumbuhkan kepekaan akan fenomena sosial budaya yang terjadi pada masyarakat kekinian.
  2. Sebagai wadah untuk mewujudkan pemikiran kritis terhadap fenomena yang terjadi dengan penuh pertimbangan akan martabat manusia berlandaskan ilmu-ilmu humaniora.
  3. Memperkenalkan kepada masyarakat umum mengenai pentingnya pengajaran berbasiskan nilai-nilai humaniora.
  4. Mensosialisasikan ilmu-ilmu humaniora di kalangan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA/SMK/sederajat se-Bali.
  5. Mendorong semangat siswa-siswi untuk menerapkan nilai-nilai Humaniora dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menumbuhkan sikap menjunjung tinggi integritas bangsa.
  6. Menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus mengaktualisasi diri dengan berlandaskan pada ilmu Humaniora.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: